Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk atau Permata Bank (BNLI) membukukan laba bersih sebesar Rp2,6 triliun sepanjang Januari-September 2026. Capaian tersebut ditopang pertumbuhan kredit sebesar 10,1 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp172,9 triliun.
Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengatakan perseroan terus menjaga pertumbuhan bisnis melalui pengelolaan risiko yang disiplin di tengah ketidakpastian global.
“Di tengah dinamika pasar dan ketidakpastian global, kami terus menjaga fundamental bank yang kuat melalui pengelolaan risiko yang disiplin dan pertumbuhan kredit yang sehat,” ujar Meliza dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu, 28 Oktober 2026.
|Baca juga: BRI Finance Buka Peluang Kolaborasi Pemasaran dengan Pegadaian, Begini Rinciannya!
Kredit konvensional tumbuh 13,9 persen yoy menjadi Rp153,4 triliun. Sementara itu, kredit untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) meningkat 16,6 persen menjadi Rp6,9 triliun.
Kualitas aset juga membaik. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto turun menjadi 2,1 persen dari 2,2 persen pada September 2025. Rasio Loan at Risk (LAR) turut turun menjadi 5,8 persen dari sebelumnya tujuh persen.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 32,5 persen. Sementara itu, total aset Permata Bank tumbuh 2,9 persen yoy menjadi Rp277,2 triliun per September 2026.
|Baca juga: BEI Bidik Laba Bersih Capai Rp563,9 Miliar dan Aset Tembus Rp9,12 Triliun di 2027
|Baca juga: Pembiayaan Hijau BRI Finance Melejit per September 2026
Adapun Unit Usaha Syariah (UUS) Permata Bank mencatat laba operasional sebelum penyisihan sebesar Rp631 miliar, tumbuh 5,4 persen yoy. Pendanaan UUS mencapai Rp27,2 triliun, naik satu persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

