Media Asuransi, JAKARTA – Penyakit jantung masih menyandang status penyakit paling mematikan di dunia. Merujuk ke riset World Health Organization (WHO), terdapat 10 penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Dari 10 penyebab tersebut, serangan jantung iskemik, atau penyempitan pembuluh darah jantung ada di urutan pertama.
Penyebab kematian yang dicatat WHO dalam statistik terbarunya itu tidak banyak berbeda dengan data di tahun-tahun sebelumnya. Penyakit jantung koroner berulang kali tercatat sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia.
Mengutip laman Health Cleveland Clinic, dua faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung di masa kini bukan lagi usia, melainkan gaya hidup dan diabetes. Dan, melakukan pola hidup yang sehat kini dipercaya lebih jitu untuk menekan risiko kehadiran penyakit yang dijuluki the silent killer itu.
|Baca juga: Allianz Indonesia Kembali Hadirkan Allianz MoveNow Camp 2026
Ingin tahu apa saja kebiasaan sehat yang sesuai untuk menekan risiko serangan jantung? Berikut, poin-poin yang dikutip dari laman resmi Allianz, Minggu, 1 November 2026.
- Menghindari obesitas
Kelebihan berat merupakan pertanda rentan terhadap tekanan darah tinggi, memiliki kadar kolesterol tinggi di dalam darah, atau mengalami diabetes. Ketiga situasi itu merupakan faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung.
Untuk memastikan berat badan kita ada di kisaran ideal, bisa mempergunakan perhitungan indeks massa tubuh. Jika dari hitungan tersebut, berat badan tergolong berlebih, sebaiknya diet untuk mengurangi berat badan. Penurunan berat badan juga bisa membuat tekanan darah, kadar kolesterol, serta kadar gula di darah ke kisaran normal.
- Tidak merokok
Merokok bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung karena bahan kimia yang terkandung dalam rokok merusak jantung berikut pembuluh darah. Merokok juga memaksa jantung untuk bekerja lebih keras untuk memasok oksigen. Ini terjadi karena asap rokok menyebabkan kadar oksigen dalam darah merosot.
- Mengelola stres
Jangan meremehkan pentingnya kesehatan psikis kita. Itu sebabnya, kita perlu pintar-pintar mengelola tekanan psikis yang muncul dalam hidup kita. Mengapa? Karena stres bisa meningkatkan tekanan darah, yang pada akhirnya memicu serangan jantung.
- Olahraga secara rutin
Tentu, kita sudah pernah mendengar manfaat berolahraga secara teratur bagi kesehatan jantung kita. Namun yang perlu kita ketahui olahraga macam apa yang sesuai untuk kesehatan jantung kita.
Para ahli kesehatan menyarankan kita melakukan olahraga selama 30 menit hingga satu jam setiap hari untuk menjaga kesehatan jantung. Bentuk olahraga yang dipilih bisa berjalan kaki, joging, berenang atau bersepeda. Yang patut diingat, jangan berolahraga secara berlebihan karena itu justru meningkatkan beban kerja jantung.
- Jaga tekanan darah
Salah satu penyebab serangan jantung adalah tekanan darah tinggi. Itu sebabnya, kita perlu memeriksa tekanan darah secara rutin. Jika tidak pernah memiliki tekanan darah tinggi, cukup melakukan pemeriksaan minimal sekali dalam setahun. Namun bagi yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi, harus rutin melakukan pemeriksaan, misal sekali dalam sebulan.
|Baca juga: Allianz Indonesia Bagikan Tips : Diversifikasi Global, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Investor Indonesia?
Nah, untuk memastikan tekanan darah tetap di kisaran normal, jangan lupa menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, mengelola stres juga tidur cukup.
- Jaga gula darah
Kadar gula dalam darah yang tinggi akan menyebabkan diabetes, pada akhirnya akan meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Mengapa? Karena kadar gula yang tinggi dalam darah dalam waktu lama akan merusak pembuluh darah dan saraf yang mengatur jantung.
Untuk memastikan memiliki risiko jantung yang rendah, jangan lupa memeriksa kadar gula dalam darah secara rutin. Jangka waktunya paling tidak sekali dalam setahun untuk yang tidak memiliki riwayat diabetes.
- Batasi minuman beralkohol
Mengonsumsi minuman beralkohol meningkatkan risiko serangan jantung melalui dua jalan. Pertama, minuman beralkohol akan meningkatkan tekanan darah. Kedua, minuman beralkohol akan meningkatkan kalori di dalam tubuh.
- Tidur cukup
Kita tentu pernah mendengar tidur yang cukup penting bagi kesehatan kita. Tetapi apa ada hubungannya tidur yang memadai dengan menekan risiko serangan jantung? Ternyata ada. Tidur yang cukup, minimal tujuh jam per hari untuk orang dewasa, akan mengurangi risiko obesitas, diabetes dan tekanan darah tinggi. Tiga hal itu merupakan pemicu serangan jantung.
- Menerapkan pola makan sehat
Agar tidak rentan terhadap serangan jantung, kita harus mulai menerapkan diet jantung sehat. Pilihlah makanan dengan kandungan serat tinggi, seperti sayur dan buah. Perbanyak konsumsi makanan mengandung lemak tak jenuh, atau populer disebut kolesterol baik. Jenis bahan makanan yang memiliki kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL) itu seperti: minyak ikan, minyak nabati, buah dan sayuran, makanan mengandung vitamin E, alpukat, dan kacang-kacangan
Sebaliknya, yang harus dijauhi makanan yang mengandung kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol buruk. Contohnya: makanan digoreng, kuning telur, mentega, udang, berbagai masakan cepat saji.
Mengingat serangan jantung bisa menimpa siapa saja, maka Anda dapat melindungi diri secara optimal dengan memiliki asuransi penyakit kritis. Dalam lamannya disebutkan Allianz Indonesia juga memiliki produk asuransi penyakit kritis. Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, nasabah tak perlu khawatir akan menguras tabungan jika suatu saat terkena serangan jantung. Selamat menjalani pola hidup sehat.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

