Media Asuransi, GLOBAL – Premi asuransi maritim global meningkat 5,5 persen menjadi US$42,6 miliar pada 2025, meskipun peningkatan kapasitas, persaingan, dan pelemahan dolar AS terus menekan tarif. Hal tersebut disampaikan International Union of Marine Insurance (IUMI) dalam Laporan Statistik 2026 yang dirilis pada 23 Oktober 2026.
|Baca juga: APARI Gelar Marine Fest 2026 Perkuat Ekosistem Asuransi Maritim Indonesia
Pertumbuhan didorong oleh kenaikan premi asuransi kargo laut sebesar 6,9 persen menjadi US$24,2 miliar dan asuransi lambung kapal sebesar 9,4 persen menjadi US$10,5 miliar. Sementara itu, premi energi lepas pantai hanya tumbuh 0,1 persen menjadi US$4,82 miliar.
Kenaikan premi kargo didukung aktivitas perdagangan maritim serta pergerakan harga aset dan komoditas. China mencatat pertumbuhan kuat berkat ekspor bernilai tinggi, termasuk teknologi terkait kecerdasan buatan. Adapun kenaikan premi lambung kapal dipengaruhi ekspansi armada global, peningkatan nilai kapal, dan premi perang.
|Baca juga: Risiko Asuransi Maritim di Singapura Melonjak Akibat Timur Tengah Memanas
“Pasar asuransi maritim mencatat pertumbuhan moderat pada 2025, dengan pergerakan mata uang dan persaingan turut memengaruhi angka premi yang dilaporkan,” ujar Sekretaris Jenderal IUMI, Lars Lange yang dikutip dari Insurance Asia, Jumat, 30 Oktober 2026.
Kondisi klaim relatif stabil tanpa kerugian besar yang berdampak signifikan. Namun, frekuensi klaim kecil masih menekan profitabilitas industri. Di sisi lain, dampak tarif global terhadap perdagangan internasional lebih ringan dari perkiraan, sementara pertumbuhan ekonomi global lebih kuat dari yang diantisipasi.
Secara regional, Asia masih memimpin pertumbuhan pasar asuransi maritim. Pendapatan premi di kawasan ini meningkat secara konsisten sejak 2016, dengan China sebagai pasar terbesar. Sementara itu, pasar Eropa juga tumbuh, meskipun dengan laju lebih lambat.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

