1
1

Penjualan Indofood (INDF) Tembus Rp101,49 Triliun di Kuartal III, Laba Usaha ICBP Tumbuh 7%

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP Anthoni Salim. | Foto: Indofood

Media Asuransi, JAKARTA – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) atau Indofood mengumumkan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026. Perseroan membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 12 persen menjadi Rp101,49 triliun dari Rp90,98 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan didukung dengan model bisnis yang terintegrasi secara vertikal, Indofood mencatatkan kinerja yang solid selama periode sembilan bulan pertama tahun ini.

“Untuk ke depannya, kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” katanya, dikutip dari keterangan resminya, Senin, 2 November 2026.

|Baca juga: Laba Bersih BFI Finance (BFIN) Tumbuh 12,5% Jadi Rp1,3 Triliun di Kuartal III/2026

Laba usaha naik 15 persen menjadi Rp20,80 triliun dari Rp18,10 triliun, dan marjin laba usaha meningkat menjadi 20,5 persen dari 19,9 persen di tahun sebelumnya. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk relatif stabil di kisaran Rp7,87 triliun.

Kondisi itu diimbangi oleh meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan, terutama obligasi dalam mata uang Dolar AS yang diterbitkan oleh ICBP, seiring melemahnya nilai tukar rupiah. Core profit, yang mencerminkan kinerja operasional perseroan, naik 11 persen menjadi Rp9,37 triliun dari Rp8,42 triliun.

Kinerja Indofood CBP Sukses Makmur

Di sisi lain, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mengumumkan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026. Perseroan membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 15 persen menjadi Rp64,45 triliun dari Rp56,27 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

|Baca juga: Bos Allianz Life Indonesia Sebut Solusi Asuransi Harus Sesuai Kebutuhan Nasabah

|Baca juga: Mendekatkan Layanan TASPEN: Menghadirkan Kepastian bagi Pensiunan

Laba usaha tumbuh tujuh persen menjadi Rp13,67 triliun dari Rp12,74 triliun, meskipun marjin laba usaha turun menjadi 21,2 persen dari 22,6 persen di tahun sebelumnya, terutama didorong oleh kenaikan beban bahan baku, bahan kemasan dan logistik.

Tanpa memperhitungkan non-recurring items dan selisih kurs, core profit yang mencerminkan kinerja operasional perseroan, naik lima persen menjadi Rp8,04 triliun dari Rp7,69 triliun pada periode yang sama tahun lalu, didorong oleh meningkatnya hasil operasional.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP Anthoni Salim mengatakan di tengah kondisi global yang fluktuatif dan penuh ketidakpastian, ICBP tetap fokus memperkuat rantai pasoknya guna menjaga daya saing pasar dan profitabilitas yang sehat selama periode sembilan bulan di 2026.

“Ke depannya, kami akan terus menghadirkan produk-produk yang relevan dan mudah dijangkau, sembari terus mengoptimalkan efisiensi operasional dan mengelola biaya secara disiplin,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Laba Bersih BFI Finance (BFIN) Tumbuh 12,5% Jadi Rp1,3 Triliun di Kuartal III/2026
Next Post Sun Life Resmi Spin-Off Unit Usaha Syariah, Ini Strategi Bisnisnya!

Member Login

or