1
1

Laba Bersih BFI Finance (BFIN) Tumbuh 12,5% Jadi Rp1,3 Triliun di Kuartal III/2026

Kantor Pusat BFI Finance di Serpong, Tangsel. | Foto: BFI Finance

Media Asuransi, TANGERANG SELATAN – Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan industri pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) atau BFI Finance terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis.

Hingga September 2026, perusahaan fokus menjaga kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko sebagai bagian dari upaya mempertahankan ketahanan finansial serta keberlanjutan bisnis.

Tantangan daya beli masyarakat dan dinamika pasar keuangan menuntut perusahaan pembiayaan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, pengelolaan risiko, dan efisiensi operasional.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, BFI Finance terus adaptif dengan mengelola portofolio secara prudent, melakukan diversifikasi pembiayaan, serta optimalisasi proses bisnis untuk menjaga efisiensi dan kualitas kinerja.

Presiden Direktur BFI Finance Sutadi menjelaskan strategi BFIN berfokus pada penerapan manajemen risiko yang disiplin dan prinsip kehatihatian dalam penyaluran pembiayaan. BFIN juga terus melakukan diversifikasi portofolio dan mengoptimalkan proses bisnis melalui otomatisasi untuk menjaga efisiensi operasional.

|Baca juga: Proteksi dan Investasi Jadi Kunci Ketahanan Finansial Keluarga

|Baca juga: Bos Allianz Life Indonesia Sebut Solusi Asuransi Harus Sesuai Kebutuhan Nasabah

“(Hal itu) dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan,” ujar Sutadi, dikutip dari keterangan resminya, Senin, 2 November 2026.

Dari strategi tersebut, BFI Finance membukukan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun, tumbuh 12,5 persen secara tahun ke tahun (YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,2 triliun.

Pertumbuhan laba bersih ini didorong oleh kenaikan total pendapatan yang mencapai Rp5,2 triliun atau sebesar 3,6 persen YoY, serta efisiensi operasional dan perbaikan biaya kredit yang berkelanjutan.

Upaya akselerasi kinerja perusahaan di kuartal III/2026 juga tercermin pada nilai penyaluran pembiayaan baru yang meningkat sebesar 9,1 persen Quarter-on-Quarter (QoQ) mencapai Rp5,6 triliun.

|Baca juga: Mendekatkan Layanan TASPEN: Menghadirkan Kepastian bagi Pensiunan

Laju penyaluran pembiayaan ini utamanya ditopang oleh segmen produktif modal kerja yang menyumbang Rp3,7 triliun atau naik 9,0 persen QoQ dan segmen investasi sebesar Rp970,1 miliar atau naik 19,1 persen QoQ, di samping permintaan yang tetap tinggi pada lini pembiayaan kendaraan bekas.

Total piutang pembiayaan yang dikelola di sepanjang Januari-September 2026 adalah Rp26,8 triliun. Pembiayaan dengan jaminan kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua, masih menjadi kontributor terbesar dalam portofolio pembiayaan BFI Finance, dengan porsi 58,1 persen hingga akhir September 2026.

Pembiayaan mobil melalui showroom rekanan berkontribusi sebesar 18,5 persen, diikuti pembiayaan alat berat dan mesin sebesar 14,4 persen, serta pembiayaan dengan jaminan sertifikat properti dan kategori lainnya sebesar 9,0 persen.

Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tercatat sebesar 1,33 persen secara bruto dan 0,21 persen secara neto pada kuartal III/2026.

|Baca juga: Dari Desa Menyalakan Negeri: Inovasi Pertamina Menuju Kemandirian Energi

Angka tersebut berada di bawah rata-rata industri perusahaan pembiayaan yang masing-masing mencapai 3,04 persen secara bruto dan 0,83 persen secara neto berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2026.

Capaian ini mencerminkan kualitas portofolio pembiayaan yang tetap terjaga di tengah dinamika industri. Ketangguhan fundamental bisnis BFI Finance turut tecermin dari rasio profitabilitas yang unggul. Return on Asset (ROA) di sembilan bulan ini tercatat naik jadi 8,7 persen, dengan Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 15,8 persen.

Dari sisi pendanaan secara kuartalan, perusahaan menekan Cost of Fund menjadi 6,8 persen atau turun tipis dari 6,9 persen pada kuartal sebelumnya (QoQ), sembari menjaga gearing ratio di tingkat yang sangat aman yaitu 1,1 kali.

Ketahanan ini memberikan ruang kapitalisasi yang sangat luas untuk mendukung ekspansi bisnis di masa mendatang. Total ekuitas BFI Finance kini berada di posisi yang semakin kokoh sebesar Rp11,4 triliun atau meningkat 4,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

BFI Finance juga terus menjaga likuiditas dan pengelolaan pendanaan untuk mendukung kelangsungan operasional serta pemenuhan kewajiban keuangan. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, perusahaan telah melunasi Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I Tahun 2024 Seri B yang jatuh tempo pada 25 September 2026.

“Ke depan, kami akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, menjaga kualitas portofolio, dan memperkuat efisiensi operasional. Kami meyakini disiplin manajemen risiko dan pengelolaan bisnis yang berkelanjutan merupakan pondasi penting menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan,” tutup Sutadi.

Eitor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Allianz Indonesia Bagikan Tips Cara Mengurangi Risiko Serangan Jantung
Next Post Penjualan Indofood (INDF) Tembus Rp101,49 Triliun di Kuartal III, Laba Usaha ICBP Tumbuh 7%

Member Login

or