1
1

PAI Gelar IAS 2026, Usung Semangat Breaking Boundaries Bangun Masa Depan

Indonesian Actuaries Summit (IAS) 2026 di Makassar, Kamis, 18 Juni 2026. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, MAKASSAR – Indonesian Actuaries Summit (IAS) 2026 menjadi momentum bagi para aktuaris untuk bersiap menghadapi tantangan baru yang akan membentuk industri keuangan di masa depan.

Forum tahunan yang digelar Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) pada 18-20 Juni 2026 di Makassar itu diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai kalangan.

Mengusung tema “Breaking Boundaries, Building Futures”, IAS’26 menghadirkan rangkaian kegiatan mulai dari seminar edukasi keuangan yang diikuti 500 mahasiswa, pengurus lembaga keuangan daerah, dan masyarakat, hingga seminar profesi yang dihadiri 400 aktuaris secara luring dan 130 peserta secara daring dari seluruh Indonesia.

Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) Paul Setio Kartono mengatakan IAS’26 menjadi ajakan bagi para aktuaris untuk melampaui batas konvensional profesi dan memperluas peran di berbagai sektor.

|Baca juga: Premi Reasuransi Naik 17,2%, Klaimnya Turun 2,6%

“Melalui IAS’26, PAI ingin mengajak para aktuaris untuk melampaui batas konvensional profesi, perluasan aktuaris lintas sektor dan berkontribusi dalam membangun ekosistem keuangan yang tangguh, kompetitif dan visioner untuk masa depan industri keuangan di Indonesia,” ujar Paul dalam konferensi pers di Makassar, Kamis, 18 Juni 2026.

“Selain itu kami mendorong para aktuaris terus meningkatkan perilaku profesional yang bertujuan membangun kepercayaan dan menjaga reputasi aktuaris dan PAI,” tambah Paul.

IAS’26 juga menjadi forum yang mempertemukan regulator, praktisi industri, akademisi, dan aktuaris untuk membahas berbagai isu terkini.

Sejumlah topik yang diangkat antara lain etika profesi aktuaris, PSAK 408, IFRS 17, peran aktuaris di bisnis rumah sakit, BPJS Kesehatan, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan data analytics di industri asuransi.

Menurut Paul, para aktuaris telah menyelesaikan penyusunan laporan keuangan perusahaan asuransi dan reasuransi berdasarkan PSAK 117. Namun, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dihadapi dalam beberapa tahun ke depan.

Ia menyebut implementasi AI, penerapan PSAK 408, Insurance Capital Standard (ICS) atau RBC 2, hingga pelaporan terkait perubahan iklim menjadi tantangan baru yang menuntut peran aktuaris semakin luas.

|Baca juga: OJK Ingatkan Orang Tua untuk Jangan Jadikan Anak Sebagai Dana Pensiun di Masa Tua

“Indonesian Actuaries Summit adalah agenda tahunan yang menjadi wadah bertemu dan berbagi pengetahuan serta pengalaman antara sesama anggota profesi, praktisi, lembaga, dan civitas akademika demi pengembangan dan pemasyarakatan ilmu aktuaria dan profesi aktuaris. Diselenggarakan di Makassar sebagai simbol pertumbuhan dan konektivitas Indonesia Timur,” katanya.

Sebagai bagian dari rangkaian IAS 2026, PAI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) lebih dulu menggelar seminar edukasi keuangan bertema “Generasi Melek Finansial: Menata Dana Pensiun di Tengah Disrupsi dan Risiko Keuangan” pada Rabu, 17 Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal dari OJK, serta pemahaman mengenai mekanisme perlindungan dana pensiun dari PAI.

Pada kesempatan yang sama, PAI juga menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Hasanuddin dan Universitas BJ Habibie terkait kerja sama pengajaran dan pertukaran informasi.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Sesi I Ditutup di Zona Merah 
Next Post Satgas PASTI Panggil Influencer yang Promosikan Aset Keuangan Digital Ilegal

Member Login

or