1
1

OJK Ingatkan Orang Tua untuk Jangan Jadikan Anak Sebagai Dana Pensiun di Masa Tua

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) Moch. Muchlasin. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, MAKASSAR – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) Moch. Muchlasin mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan anak sebagai tumpuan finansial saat memasuki masa pensiun.

Menurutnya, perubahan demografi dan meningkatnya angka harapan hidup membuat setiap orang perlu menyiapkan kondisi keuangan secara mandiri untuk masa tua, tanpa bergantung pada generasi berikutnya. Banyak masyarakat saat ini berada dalam posisi generasi sandwich yang harus menanggung kebutuhan anak sekaligus orang tua.

|Baca juga: Ketua PAI Ingatkan Dana Pensiun Tak Cukup untuk Biayai Hari Tua

|Baca juga: Lewat Seminar di Unhas, PAI dan OJK Bekali Mahasiswa Hadapi Risiko Finansial

“Kalian adalah generasi sandwich. Kalian, posisinya ada di tengah-tengah. Jadi, Bapak Ibu menanggung (kebutuhan) anak dan Bapak Ibu menanggung orang tua,” ujar Muchlasin dalam Seminar Edukasi Keuangan yang diinisiasi oleh Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) dan OJK, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang sejak usia produktif. Pasalnya, beban ekonomi keluarga berpotensi semakin besar seiring bertambahnya usia dan meningkatnya kebutuhan hidup.

Selain mempersiapkan kebutuhan pribadi, masyarakat juga harus memperhitungkan biaya untuk keluarga yang masih menjadi tanggungan. “Itu artinya adalah Bapak Ibu mesti siap selain untuk menghidupi diri sendiri juga keturunan kita dan juga untuk orang tua kita ya,” kata Muchlasin.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Di sisi lain, ia menegaskan, orang tua tidak seharusnya menuntut anak menjadi sumber penghidupan ketika memasuki masa pensiun. Setiap individu perlu memiliki kemandirian finansial agar tidak menjadi beban bagi generasi berikutnya. Tujuan membesarkan anak bukan untuk mendapatkan balas jasa secara materi pada masa depan.

“Jangan pernah berpikir untuk menuntut balas jasa. Sudah dibesarkan, nanti kalau anak-anak kalian harus membalas jasa orang tua. Tetapi ketika sudah jadi orang tua, jangan pernah berpikir anak-anak harus membalas jasa kalian,” tegasnya.

|Baca juga: Ekonom Mirae Asset Sekuritas: Penguatan IHSG Didominasi Faktor Technical Rebound

|Baca juga: Livin’ by Mandiri Catat Pertumbuhan Berkelanjutan hingga Mei 2026

Ia menambahkan generasi muda ke depan diperkirakan menghadapi tekanan ekonomi yang lebih besar akibat menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.

Karena itu, masyarakat perlu mulai membangun dana pensiun dan instrumen keuangan jangka panjang sejak dini agar tetap memiliki penghasilan ketika tidak lagi bekerja.

“Rasulullah juga bersabda bahwa umat yang paling baik adalah yang meninggalkan keturunan yang kuat. Tapi jangan pernah berharap keturunan yang kuat itu menduakan kita apa memberikan kita,” tutupnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Indonesia Insurance Summit 2026 Kembali Digelar di Yogyakarta-Menghadapi Ketidakpastian Global, Industri Asuransi Perkuat Resiliensi, Kepercayaan, dan Inovasi
Next Post OJK Sebut Pekerja Formal Belum Tentu Aman Hadapi Masa Pensiun

Member Login

or