Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan bahwa nilai premi industri reasuransi umum pada kuartal I/2026 tercatat sebesar Rp6,13 triliun. Meningkat 17,2 persen jika dibandingkan dengan premi reasuransi umum di kuartal I/2025 yang sebesar Rp5,23 triliun. Data ini belum termasuk satu perusahaan reasuransi.
Pada periode yang sama, nilai klaim dibayar reasuransi umum tercatat turun 2,6 persen, dari Rp2,61 triliun di kuartal I/2025 menjadi Rp1,58 triliun pada kuartal I/2026. Penurunan nilai klaim ini antara lain didorong oleh anjloknya nilai klaim reasuransi energy on shore yang turun 81,1 persen, klaim reasuransi marine cargo yang turun 45,6 persen, klaim reasuransi kredit yang turun 23 persen, klaim reasuransi aneka yang turun 5,2 persen, klaim reasuransi properti yang turun 4,0 persen, dan klaim reasuransi marine hull yang turun 2,7 persen.
|Baca juga: Klaim Asuransi Umum Meningkat 17,7% di Kuartal I/2026
Di sisi lain, beberapa lini bisnis justru melonjak nilai klaimnya, antara lain reasuransi energy off shore (naik sebesar 2.012 persen), klaim reasuransi kesehatan (naik 1.322,2 persen), klaim reasuransi liability (naik 189,8 persen), klaim reasuransi aviation (naik 116,9 persen), dan klaim reasuransi surety ship (naik 88,2 persen).
Menurut Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI, Heri Supriyadi, nilai klaim terbesar pada kuartal I/2026 masih dicatatkan lini bisnis reasuransi properti yakni sebesar Rp908 miliar, turun 4,0 persen jika dibandingkan dengan nilai klaim pada kuartal I/2025 yang sebesar Rp946 miliar.
Di posisi kedua klaim lini bisnis engineering yang sebesar Rp157 miliar pada kuartal I/2026, naik 15,2 persen jika dibandingkan dengan nilai klaim di kuartal I/2025 yang sebesar Rp136 miliar. Kemudian disusul klaim reasuransi kredit dengan nilai Rp141 miliar per kuartal I/2026, turun 23 persen jika dibandingkan dengan nilai klaim lini bisnis ini pada kuartal I/2025 yang sebesar Rp183 miliar.
|Baca juga: OJK: 8 Perusahaan Asuransi dan Reasuransi Masuk Pengawasan Khusus hingga 25 Mei
Heri dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026, juga menjelaskan bahwa dari sisi premi reasuransi, nilai tertinggi dibukukan oleh lini bisnis reasuransi properti dengan nilai premi sebesar Rp3,68 triliun pada kuartal I/2026. Nilainya naik 49,6 persen jika dibandingkan dengan nilai premi lini bisnis ini pada kuartal I/2025 yang sebesar Rp2,46 triliun.
Premi reasuransi marine cargo menduduki posisi kedua terbesar dengan nilai Rp823 miliar di kuartal I/2026, meningkat 11,1 persen jika dibandingkan dengan premi reasuransi lini bisnis ini di kuartal I/2025 yang tercatat sebesar Rp741 miliar.
Penyumbang terbesar premi reasuransi berikutnya adalah lini bisnis reasuransi kredit dengan nilai premi sebesar Rp247 miliar, turun 50,1 persen jika dibandingkan pada kuartal I/2025 yang tercatat sebesar Rp495 miliar.
Sedangkan di posisi keempat penyumbang premi terbesar, ada lini bisnis reasuransi liability dengan nilai premi sebesar Rp226 miliar, turun 36 persen jika dibandingkan dengan premi lini bisnis ini di kuartal I/2025 yang tercatat sebesar Rp353 miliar.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

