1
1

Pasar Keuangan Bergejolak, Prudential Indonesia Ungkap Perubahan Selera Nasabah Asuransi

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen. | Foto: AAJI

Media Asuransi, JAKARTA – Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen menilai ketidakpastian pasar keuangan mendorong perubahan preferensi nasabah asuransi jiwa, terutama di segmen menengah atas.

Nasabah kini tidak hanya mempertimbangkan potensi pertumbuhan investasi, tetapi juga kepastian manfaat untuk menjaga nilai kekayaan. Menurut Karin, kebutuhan terhadap produk yang menawarkan manfaat pasti semakin relevan di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.

Hal ini turut membuka peluang bagi produk asuransi tradisional berbasis endowment sebagai alternatif bagi nasabah yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap kinerja pasar.

Berbeda dengan unitlink yang nilai investasinya mengikuti kinerja instrumen investasi, endowment menawarkan manfaat yang telah ditentukan sejak awal dan dijamin sesuai ketentuan dalam kontrak polis.

|Baca juga: Hadapi Risiko Kian Kompleks, Bos Zurich Sebut Workforce Resilience Jadi Strategi Bisnis Jangka Panjang

“Kalau kita bicara unitlink, itu akan bergantung dengan market. Sementara di sini, kita memberikan solusi bagaimana supaya sesuatu yang dijamin itu tidak terlalu bergantung dengan market,” ujar Karin, di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.

Melalui produk tersebut, Prudential menawarkan manfaat tunai tahunan atau cash payout sebesar tujuh persen dari premi setahun. Pembayaran manfaat dimulai pada tahun ketiga hingga tahun ke-15. Selain itu, nilai tunai dan manfaat akhir pertanggungan telah ditentukan berdasarkan ilustrasi manfaat yang diberikan kepada nasabah sejak awal.

|Baca juga: Prudential Indonesia Sebut Prospek Asuransi Kesehatan Masih Menjanjikan, Ini Pendorongnya!

|Baca juga: Prudential Indonesia Bidik Nasabah Kaya Lewat Asuransi Jiwa Berbasis Dolar AS

Karin mengatakan skema tersebut menyasar nasabah yang membutuhkan kepastian mengenai besaran manfaat selama masa perlindungan. Seluruh manfaat yang dijanjikan dicantumkan dalam kontrak polis sehingga tidak mengikuti fluktuasi pasar maupun pergerakan nilai tukar.

“Jadi, nasabah maunya bayarnya pasti, dapatnya berapa harus pasti, return-nya berapa juga maunya pasti. Ini semua kita tuangkan dalam kontrak polis,” jelasnya.

Meski demikian, kehadiran produk endowment tidak serta-merta menggeser posisi unitlink di industri asuransi jiwa. Kedua produk tersebut memiliki karakteristik dan menyasar kebutuhan nasabah yang berbeda.

Unitlink tetap menjadi pilihan bagi nasabah dengan toleransi risiko lebih tinggi yang mengincar potensi imbal hasil investasi. Sementara itu, produk tradisional seperti endowment lebih ditujukan bagi nasabah yang mengutamakan kepastian manfaat.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Hadapi Risiko Kian Kompleks, Bos Zurich Sebut Workforce Resilience Jadi Strategi Bisnis Jangka Panjang
Next Post OJK Soroti Peluang Pasar Asuransi Gadget di Tengah Meluasnya Penggunaan Perangkat Digital

Member Login

or