Media Asuransi, JAKARTA – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menilai prospek bisnis asuransi kesehatan masih positif seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan asuransi kesehatan masih menjadi salah satu produk yang banyak dicari masyarakat. Hal ini karena kebutuhan perlindungan kesehatan menjadi perhatian masyarakat, terutama terhadap risiko biaya pengobatan.
“Selalu, kalau kesehatan itu selalu bagus, karena ini menjadi door opener ya, karena kan semua banyak yang mencari itu yang bisa langsung digunakan,” ujar Karin, kepada Media Asuransi, di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.
Menurutnya, keberadaan BPJS Kesehatan juga memberikan dampak terhadap pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kesehatan. Dengan semakin banyak masyarakat menggunakan program JKN, kesadaran terhadap kebutuhan asuransi kesehatan dinilai turut meningkat.
“Jadi asuransi kesehatan itu dengan ada BPJS, dengan banyak masyarakat menggunakan BPJS, semakin paham gitu pentingnya asuransi kesehatan. Jadi, asuransi kesehatan itu selalu menjadi produk yang dicari oleh masyarakat,” jelasnya.
Di sisi lain, Prudential melihat kebutuhan perlindungan kesehatan juga masih terbuka pada kelompok masyarakat lanjut usia (lansia). Perusahaan memiliki sejumlah produk asuransi kesehatan, antara lain PruWell Medical, PruWell Health, dan PruSehat.
|Baca juga: Prudential Indonesia Andalkan Strategi Segmentasi Nasabah untuk Pacu Bisnis 2027
Produk tersebut dapat dibeli oleh calon nasabah hingga usia masuk 70 tahun dengan perlindungan yang dapat berlangsung hingga usia 100 tahun. Meski demikian, Karin mengakui terdapat tantangan dalam memberikan perlindungan kepada calon nasabah berusia lanjut.
Salah satunya berkaitan dengan kondisi kesehatan ketika pertama kali mengajukan pembelian polis. “Biasanya yang menjadi tantangan itu adalah ketika baru mau beli, sedangkan usianya sudah lanjut atau mau beli tapi kesehatannya sudah tidak baik, itu biasanya yang jadi tantangan,” ungkapnya.
|Baca juga: Mirae Asset: Potensi Arus Keluar Dana Asing hingga US$11 Miliar Membayangi Pasar Saham
|Baca juga: Eks Bos BPJS Kesehatan Singgung Ketiadaan Jaminan Khusus Lansia, Begini Respons Prudential
Dia menjelaskan calon nasabah yang sudah memiliki riwayat penyakit berpotensi menghadapi kendala dalam memperoleh perlindungan. Bahkan, penyakit yang telah diderita sebelumnya bisa saja tidak masuk dalam cakupan pertanggungan sesuai ketentuan polis.
Karena itu, Karin mengingatkan masyarakat agar tidak menunda kepemilikan asuransi kesehatan hingga usia lanjut atau ketika kondisi kesehatan sudah menurun.
“Karena itu, kita selalu rekomendasi mumpung masih sehat, mumpung masih muda, harus mulai punya asuransi, karena asuransi tidak bisa dibeli ketika sudah sakit, atau ketika bisa dibeli penyakitnya tidak bisa di-cover,” tutupnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
