1
1

Prudential Indonesia Andalkan Strategi Segmentasi Nasabah untuk Pacu Bisnis 2027

Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menyiapkan strategi pengembangan produk berdasarkan segmentasi nasabah untuk mendorong pertumbuhan bisnis pada 2027. Strategi tersebut dilakukan dengan menghadirkan solusi asuransi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan perusahaan tidak ingin hanya mengandalkan satu jenis produk untuk memenuhi kebutuhan seluruh nasabah. Pasalnya, setiap kelompok masyarakat memiliki kebutuhan dan tujuan finansial yang berbeda.

“Prudential itu niatnya adalah menyiapkan solusi yang khusus untuk berbagai segmen nasabah. Dulu juga kita pernah sampaikan bahwa strategi kita di 2026 ini akan menyiapkan solusi yang berbeda untuk segmen yang berbeda,” ujar Karin, kepada Media Asuransi, di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.

Dia menjelaskan pendekatan segmentasi tersebut sebenarnya sudah dijalankan Prudential sepanjang 2026. Salah satunya melalui peluncuran produk yang menyasar kalangan anak muda yang baru mulai bekerja untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan.

|Baca juga: Eks Bos BPJS Kesehatan Singgung Ketiadaan Jaminan Khusus Lansia, Begini Respons Prudential

Selain itu, Prudential juga memperkenalkan PruProsper, produk asuransi jiwa tradisional berbasis dolar AS yang ditujukan bagi segmen menengah atas. Produk tersebut menyasar masyarakat dengan pendapatan bulanan di atas Rp70 juta yang memiliki kebutuhan finansial dalam mata uang asing.

Menurut Karin, pengembangan produk berdasarkan segmen dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan masukan dari masing-masing kelompok nasabah. Dengan demikian, perusahaan dapat menawarkan perlindungan yang lebih sesuai dengan karakteristik calon pemegang polis.

“Jadi, tiap-tiap segmen memiliki kebutuhan yang unik ya yang berbeda. Jadi, produknya pun kita desain sesuai masukan dari segmen tersebut. Jadi, bukan satu produk buat semua, tapi masing-masing segmen memiliki solusi yang berbeda,” jelasnya.

|Baca juga: Eks Bos BPJS Kesehatan Sebut Kepercayaan Masyarakat Jadi Tantangan Industri Asuransi

|Baca juga: Mirae Asset: Potensi Arus Keluar Dana Asing hingga US$11 Miliar Membayangi Pasar Saham

Di sisi distribusi, Prudential Indonesia saat ini mengandalkan sejumlah kanal pemasaran, di antaranya agency dan bancassurance. Untuk kanal bancassurance, perusahaan bekerja sama dengan Bank UOB dan Standard Chartered Bank.

Karin mengatakan setiap kanal distribusi juga memiliki karakteristik calon nasabah yang berbeda sehingga produk yang ditawarkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing segmen. Untuk mendorong kinerja bisnis hingga akhir 2026, Prudential berharap peluncuran PruProsper dapat meningkatkan penjualan melalui kanal agency.

“Untuk tenaga pemasar atau agency, salah satunya kita berharap PruProsper ini bisa mendorong penjualan hingga akhir tahun, supaya kita bisa tercapai pertumbuhan yang sangat positif ya sampai akhir tahun,” pungkas Karin.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Palsukan Laporan Portofolio Nasabah, OJK Beri Sanksi Lianiwati
Next Post Asuransi Sinar Mas Bayarkan Klaim Hole In One Senilai Rp737 Juta

Member Login

or