Media Asuransi, JAKARTA – Pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,4 persen secara year-to-date (ytd) hingga akhir 2026. Target tersebut relatif sejalan dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pemerintah optimistis target tersebut dapat tercapai melalui sejumlah kebijakan untuk menjaga konsumsi masyarakat, mendorong investasi, serta memperkuat aktivitas perdagangan.
|Baca juga: BI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III/2026 Lebih Tinggi dari Triwulan Sebelumnya
“Untuk kuartal IV, pemerintah tetap menargetkan secara year to date sebesar 5,4 persen. Jadi, kira-kira targetnya hampir sama dengan apa yang tercapai di kuartal III,” ujar Airlangga dalam konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III/2026 di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Di tengah ketidakpastian global, pemerintah juga mencermati perkembangan harga energi. Airlangga menyebut harga pembelian energi masih berada di kisaran US$93 per barel atau di bawah asumsi US$100 per barel. Kondisi tersebut dinilai masih dapat dikelola melalui APBN hingga akhir tahun.
|Baca juga: Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi untuk Nataru 2026/2027
Dari sisi perdagangan, pemerintah tengah mengkaji regulasi untuk mempermudah kegiatan ekspor, termasuk menyiapkan kebijakan kemudahan impor bahan baku yang digunakan untuk produksi barang ekspor.
Melalui berbagai kebijakan tersebut, Pemerintah berupaya mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dan mencapai target 5,4 persen hingga penghujung 2026.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
