1
1

GoTo Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar di Kuartal III/2026

Direktur Utama/CEO GoTo Hans Patuwo. | Foto: GoTo

Media Asuransi, JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) atau GoTo, perusahaan yang membawahi Gojek dan GoPay, mencatat laba bersih Rp441 miliar pada kuartal III/2026 dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp255 miliar pada kuartal ketiga 2025.

GTV inti naik 89 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp194 triliun, sementara pendapatan bersih naik 17 persen YoY menjadi Rp5,6 triliun. Pencapaian tersebut dapat terjadi di tengah berbagai tantangan.

Direktur Utama GoTo Hans Patuwo mengatakan GoTo pada kuartal ketiga 2026 kembali mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Pada kesempatan ini, GoTo akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 menjadi Rp3,5–3,7 triliun.

|Baca juga: IHSG Menguat Tipis, Mirae Asset Tekankan Pentingnya Fundamental Saham

“Hasil ini dicapai di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir. Ini adalah kuartal penuh pertama sejak komisi delapan persen mulai diterapkan di layanan GoRide, dan dampaknya cukup signifikan,” kata Hans, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 30 Oktober 2026.

Di tengah dinamika eksternal, Hans menegaskan, perusahaan fokus pada disiplin operasional dan alokasi modal. Selain itu, untuk semakin memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, GoTo melakukan dua hal.

Pertama, akan membatalkan 32 miliar saham tresuri atau setara 2,7 persen dari total saham, yang baru-baru ini disetujui dalam RUPSLB. Langkah ini bakal mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada.

|Baca juga: OJK Luncurkan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan PPDP 2026-2030

|Baca juga: OJK: Baru 20% Aset Pemerintah Terlindungi Asuransi Bencana

Kedua, GoTo terus membeli kembali saham perusahaan karena percaya saham GoTo saat ini menawarkan nilai yang menarik. Hans menambahkan GOTO akan terus menjaga fundamental bisnis tetap sehat. Dengan bisnis yang sehat, GoTo dapat terus tumbuh dan mendukung seluruh pihak dalam ekosistem.

“Termasuk jutaan mitra driver. Melalui Program Apresiasi Mitra yang terus kami perluas, kami ingin lebih banyak mitra driver dan keluarga mereka merasakan manfaatnya, mulai dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, beasiswa, hingga umrah gratis,” tukasnya.

Lebih lanjut, GoTo menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh menjadi Rp3,5–3,7 triliun, dari sebelumnya Rp3,2–3,4 triliun. Target untuk bisnis fintech dinaikkan menjadi Rp1,9–2,0 triliun, dari sebelumnya Rp1,7–1,8 triliun.

Sementara itu, rentang target untuk bisnis On-demand Services diperlebar menjadi Rp1,4–1,6 triliun, dari sebelumnya Rp1,4–1,5 triliun. Penyesuaian ini mencerminkan kinerja yang tetap kuat, sekaligus untuk mengakomodasi potensi regulasi ke depan terkait komisi delapan persen.

Target kinerja ini didasarkan pada estimasi awal perseroan dengan mempertimbangkan kondisi pasar saat ini dan tetap dipengaruhi oleh berbagai risiko, termasuk persaingan, kenaikan biaya, ketidakpastian makroekonomi, serta faktor lain di luar kendali perseroan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Menguat Tipis, Mirae Asset Tekankan Pentingnya Fundamental Saham
Next Post Periklindo Dorong Kesiapan Infrastruktur dan SDM Dukung Ekspansi Kendaraan Listrik

Member Login

or