Media Asuransi, JAKARTA – Chairman Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur, ekosistem, dan sumber daya manusia untuk mengantisipasi perkembangan kendaraan listrik yang semakin meluas ke berbagai sektor transportasi.
|Baca juga: Bappenas Tekankan Enam Strategi Percepatan Kendaraan Listrik
Menurut Moeldoko, elektrifikasi tidak lagi terbatas pada kendaraan darat, tetapi juga mulai berkembang di sektor udara dan laut. Perubahan tersebut membutuhkan perencanaan sejak dini agar Indonesia tidak tertinggal dalam pengembangan teknologi dan industri pendukungnya.
“Begitu masifnya kita menggunakan EV, maka penggunaan elektrifikasi harus siap. Kalau mulai sekarang tidak dipikirkan dengan baik, baik itu sebuah teknis yang tidak bisa dihindari,” ujarnya dalam sambutan pada opening ceremony Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026, di JI-Expo Kemayoran, Kamis, 29 Oktober 2026.
|Baca juga: Pembiayaan Kendaraan Listrik di Multifinance Tumbuh 34,67% per Agustus 2026
Ia menyoroti perkembangan kendaraan listrik di sektor udara, termasuk teknologi yang dapat digunakan untuk mengangkut logistik hingga manusia. Elektrifikasi juga mulai menyasar transportasi laut sehingga pengembangan ekosistem di kedua sektor tersebut perlu dipersiapkan.
“Ini perlu ditata dengan baik dari awal, kalau enggak, kita terlambat lagi,” kata Moeldoko.
Lebih lanjut, ia memandang kendaraan listrik sebagai peluang untuk mempercepat peningkatan kemampuan industri nasional. Namun, pemanfaatan peluang tersebut perlu diimbangi dengan pengembangan kompetensi tenaga kerja.
“EV adalah sebuah momentum. Momentum untuk lompatan, untuk meningkatkan kapasitas nasional kita, sehingga kapasitas nasional kita menjadi meningkat dengan cepat. Maka perlu untuk menyiapkan sumber daya manusianya,” tuturnya.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

