Media Asuransi, JAKARTA – Pemerintah mendorong percepatan pengembangan kendaraan listrik melalui enam strategi, mulai dari kepastian insentif hingga pembiayaan inovatif, untuk memperkuat industri otomotif nasional. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy memaparkan strategi tersebut dalam Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 bertema The Future of Clean and Efficient Mobility.
|Baca juga: Bappenas Dorong Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Strategi pertama adalah memberikan kepastian insentif jangka menengah, termasuk subsidi, insentif pajak, dan dukungan pemerintah daerah. Kedua, meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) secara bertahap hingga 80 persen pada 2030 guna memperkuat industri baterai, elektronika, dan sistem penggerak.
Ketiga, mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya dengan standardisasi dan konektivitas yang memadai. Keempat, mengembangkan ekonomi sirkular melalui industri daur ulang baterai yang berpotensi menciptakan peluang usaha baru.
Kelima, mendorong elektrifikasi transportasi umum yang terintegrasi dengan konsep transit-oriented development (TOD) dan pengelolaan perjalanan berbasis data. Keenam, mengembangkan pembiayaan inovatif untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Rachmat menyebut kebutuhan pendanaan nationally determined contribution (NDC) sekitar US$281 miliar tidak mungkin sepenuhnya ditopang APBN. “Karena itu perlu sistem keuangan yang multimoda,” ujarnya dalam sambutan acara PEVS 2026 di JI-Expo Kemayoran, Kamis, 28 Oktober 2026.
Ia menegaskan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik membutuhkan sinergi pemerintah dan pelaku industri agar mobilitas bersih dan efisien dapat berkembang sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia.
“Saya mengajak semua pihak bersinergi dalam pengembangan ekosistem ini, kita akan selalu mendukung dan tentu saja selalu minta dukungan karena itu adalah kerja bersama,” tuturnya.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

