Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi di sesi I perdagangan Senin, 26 Oktober 2026. Mengutip data RTI, IHSG turun 54,28 poin atau 1 persen ke level 5.384,97. IHSG melemah setelah menguat dalam empat hari perdagangan di pekan lalu.
|Baca juga: Bye-bye UMA! BEI Siapkan Jurus Baru Awasi Perdagangan Saham
Sepanjang sesi pertama, sebanyak 474 saham melemah, 189 saham menguat, dan 128 saham bergerak stagnan. Total volume perdagangan mencapai 18,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,6 triliun.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah pergerakan pasar saham Asia yang cenderung hati-hati dan langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat pengawasan perdagangan saham menyusul sorotan penyedia indeks global MSCI terhadap transparansi pasar modal Indonesia.
|Baca juga: BEI Libatkan Akademisi hingga Sekuritas di Komite Pengawasan Saham HSC
BEI akan memperluas komite pengawasan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) menjadi sembilan anggota. Dari jumlah tersebut, lima anggota berasal dari pihak eksternal independen, termasuk akademisi, pelaku industri sekuritas, dan perwakilan pengelola investasi.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan perubahan komposisi tersebut dilakukan untuk memperkuat tata kelola dalam menentukan saham yang masuk maupun keluar dari kategori HSC.
Harga minyak dunia pada Senin, 26 Oktober 2026, tercatat mengalami koreksi: minyak mentah Brent berada di level US$114,51 per barel (turun US$2,21 atau 1,89 persen), dan minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) di level US$101,04 per barel (turun US$2,23 atau 2,16 persen).
|Baca juga: IHSG Sepekan, Mayoritas Indikator Positif
Kendati sempat turun, harga minyak masih berada di atas US$100 per barel atau level psikologis pasar. Kekhawatiran serangan baru AS dan Israel ke Iran setelah Pemilu Sela Legislatif AS pada 3 November mendatang, membayangi pasar keuangan dunia. Rakyat AS akan memilih total 435 anggota DPR dan 35 anggota Senat dari total keanggotaan 100 orang. Jika mayoritas parlemen dikuasai Partai Republik maka jalan Trump untuk melancarkan serangan berikut ke Iran makin mulus.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

