1
1

KSSK Klaim Stabilitas Fiskal, Moneter, dan Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Triwulan III/2026

Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan III 2026 tetap terjaga, didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat antarotoritas. | Foto: Bank Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Hasil asesmen KSSK menunjukkan stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan III/2026 tetap terjaga. Kondisi itu didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat antarotoritas.

Meski tekanan global kembali meningkat pada Oktober 2026, namun perekonomian domestik dinilai masih menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan yang solid. Eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi global, serta kebijakan moneter negara-negara maju yang cenderung ketat turut memengaruhi pasar keuangan.

Di dalam negeri, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menjelaskan, pengumuman MSCI terkait kondisi pasar saham dan tekanan nilai tukar juga mendorong peningkatan arus modal keluar dari pasar saham.

Ia menegaskan KSSK yang terdiri atas Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua DK OJK, dan Ketua DK LPS akan terus mencermati dan melakukan assessment yang bersifat forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan.

|Baca juga: Eks Dirut BPJS Kesehatan Ungkap Penyebab Asuransi Belum Jadi Prioritas Masyarakat

|Baca juga: Bank Neo Commerce (BBYB) Bukukan Laba Bersih Rp430,98 Miliar hingga Kuartal III/2026

“Serta kami akan terus memperkuat kerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dampak rambatan risiko global,” ungkap Menkeu, pada Konferensi Pers KSSK, di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap kuat di tengah tekanan global, terutama ditopang oleh permintaan domestik, investasi, konsumsi pemerintah, dan kinerja ekspor.

Menkeu menyebut, pemerintah terus mengoptimalkan APBN sebagai peredam gejolak ekonomi melalui subsidi, kompensasi, bantuan sosial, stabilisasi harga pangan, serta berbagai program penciptaan lapangan kerja.

Sejumlah indikator ekonomi juga menunjukkan tren positif, termasuk penjualan mobil yang tumbuh 28,1 persen (yoy) dan sepeda motor sebesar 15,4 persen (yoy) di September 2026. Selain itu, PMI Manufaktur meningkat dari 52 pada September menjadi 54 pada Oktober 2026.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 5,4–5,5 persen.

“Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, penguatan sinergi kebijakan pemerintah dan BI, serta kolaborasi pemerintah dan Danantara melalui pendekatan two arms of the state, terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan bernilai tambah tinggi,” jelas Menkeu.

Ia menambahkan perkembangan realisasi APBN hingga triwulan III/2026 mendorong pertumbuhan ekonomi dan pencapaian agenda pembangunan nasional. Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan negara hingga akhir triwulan III/2026 mencapai Rp2.341,5 triliun atau tumbuh 25,5 persen (yoy).

|Baca juga: Eks Dirut BPJS Kesehatan Sebut Indonesia Belum Punya Skema Jaminan Kesehatan Khusus Lansia

|Baca juga: Bamsoet: Dugaan Penyadapan Presiden Harus Ditangani Cepat, Objektif, dan Independen

Sementara itu, belanja negara tercatat sebesar Rp2.660,5 triliun, meningkat 19 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, Menkeu mengatakan, pembiayaan anggaran mendukung pengelolaan APBN yang kredibel dan akuntabel.

Hingga triwulan III/2026, realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp462 triliun atau tumbuh sebesar 0,4 persen (yoy). Realisasi ini didukung antara lain oleh pembiayaan utang yang dikelola secara prudent dan terukur, serta memperhatikan likuiditas pemerintah.

“Pengelolaan pembiayaan juga didukung oleh pembiayaan investasi yang dikelola untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat dalam mendukung akselerasi pangan, pertanian, perumahan, pendidikan, dan infrastruktur,” pungkas Menkeu.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Zurich Perkuat Strategi Asuransi Kesehatan dan Ketahanan Masyarakat

Member Login

or