1
1

Perusahaan Fintech Manfaatkan Data Riwayat Transaksi untuk Perluas Akses Kredit dan Asuransi

Ilustrasi industri fintech. | Foto: PayerMax

Media Asuransi, GLOBAL – Atome Philippines, sebuah perusahaan financial technology (fintech) menggunakan data alternatif berupa catatan riwayat transaksi calon nasabah untuk menilai peminjam yang tidak memiliki dokumen pendapatan konvensional. Langkah ini sejalan dengan ekspansi layanan perusahaan fintech tersebut dari pembayaran cicilan ke pinjaman dan asuransi guna menjangkau masyarakat Filipina yang kurang terlayani.

|Baca juga: Fokus Pasar Asuransi Singapura Bergeser ke Kecukupan Proteksi

“Kami mengambil pendekatan yang berbeda: Bagaimana jika kami menggunakan data alternatif yang sudah ada di ponsel Anda, misalnya, pengemudi Grab dengan penghasilan mingguan yang konsisten, penjual TikTok Shop dengan penjualan bulanan yang teratur, atau pemilik warung makan yang pengumpulan QR-nya stabil setiap hari bersama dengan informasi pekerjaan lainnya untuk penilaian penjaminan yang lebih holistik?” kata Chris Quiros, Presiden dan Manajer Umum Atome Filipina, dikutip dari Insurance Asia, Senin, 26 Oktober 2026.

Perusahaan menggunakan catatan transaksi, pola pendapatan, dan perilaku pembayaran untuk menilai pemohon yang tidak memiliki slip gaji, catatan pajak, atau riwayat kredit formal. Pelanggan yang disetujui mendapat batas pengeluaran awal yang kecil dan disesuaikan berdasarkan pendapatan serta riwayat pembayaran.

|Baca juga: Hadapi Tantangan Ekonomi 2027, Jasa Raharja Terus Perkuat Strategi Keberlanjutan Bisnis

“Bagi mereka yang disetujui, kami memberikan mereka batas pengeluaran mikro, yang dipantau dengan cermat dan terus disesuaikan berdasarkan pendapatan dan perilaku pembayaran,” kata Quiros.

Atome menyebut sekitar 80 persen pemegang kartunya di Filipina menggunakan produk kartu pertama mereka, sementara 65 persen merupakan perempuan. Kartu Atome PayLater Anywhere dapat digunakan di jaringan Mastercard, dengan pembayaran saldo secara penuh atau melalui cicilan.

Ekspansi ini berlangsung di tengah tantangan inklusi keuangan. Bank sentral Filipina mencatat kepemilikan rekening keuangan di kalangan orang dewasa turun menjadi 50 persen pada 2025 dari 56 persen pada 2021.

Selain layanan kredit, Atome memperluas bisnis ke asuransi melalui Atome Card Shield, produk hasil kerja sama dengan Chubb Limited yang mencakup perlindungan belanja online dan kecelakaan pribadi. Premi tahunan dibayarkan secara bulanan.

“Bagi masyarakat Filipina biasa yang tidak memiliki hubungan perbankan formal, asuransi secara tradisional sulit dijangkau—baik karena biaya, kerumitan, atau sekadar tidak tahu harus mulai dari mana,” ujar Quiros.

Menurut Komisi Asuransi Filipina, penetrasi asuransi meningkat menjadi 1,78 persen pada 2025 dari 1,67 persen pada 2024. Atome akan mengevaluasi kinerja Card Shield melalui jumlah pendaftaran, perpanjangan, frekuensi klaim, dan waktu penyelesaian klaim.

Quiros mengatakan pengembangan produk asuransi selanjutnya akan disesuaikan dengan kesenjangan perlindungan di setiap pasar, bukan sekadar menyalin penawaran yang sama di seluruh negara.

“Kami melihat peluang signifikan untuk memperdalam adopsi produk di seluruh layanan kartu, pinjaman, tabungan, dan asuransi, serta inklusi keuangan secara keseluruhan bagi masyarakat Filipina pada umumnya,” kata Quiros.

Editor: Irdiya Setiawan 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Belum Terproteksi Asuransi, Usaha Mikro Rentan Serangan Siber
Next Post Prudential Indonesia Catat Premi Asuransi Dwiguna Rp1,1 Triliun di Semester I/2026

Member Login

or