Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperdagangkan melemah di perdagangan awal pekan, Senin, 26 Oktober 2026. IHSG terkoreksi 1,22 persen, atau 66,16 poin ke level 5.373.
Sebanyak 161 saham menguat 520 saham melemah dan 112 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 32,51 miliar saham dengan nilai perdagangan hari ini mencapai Rp14,50 triliun.
|Baca juga: Studi Sun Life: Perempuan Menanggung Beban Ganda sebagai Sandwich Generation
Beragam sentimen negatif membebani IHSG hari ini. Harga minyak yang bertahan di atas US$100 per barel dikhawatirkan membebani APBN karena subsidi bahan bakar melonjak. Sementara inflasi tinggi yang diciptakan akan membuat bunga acuan dipertahankan di angka 5,75 persen sehingga pembiayaan sektor riil melambat.
Pada Senin, otoritas Indonesia juga mengumumkan sejumlah langkah untuk mengatasi manipulasi pasar saham, menyusul kekhawatiran mengenai praktik transaksi terkoordinasi. BEI akan melibatkan akademisi hingga perusahaan sekuritas dalam memantau saham dengan konsentrasi tinggi (high share concentration/HSC).
|Baca juga: BEI Libatkan Akademisi hingga Sekuritas di Komite Pengawasan Saham HSC
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun naik menjadi 7,47 persen, mencerminkan tekanan yang masih membayangi pasar keuangan domestik.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

