1
1

Bank Mega Syariah Catat Pembiayaan Rp10,31 Triliun hingga September 2026

Ilustrasi. | Foto: Bank Mega Syariah

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Mega Syariah mencatat penyaluran pembiayaan Rp10,31 triliun hingga September 2026. Pencapaian tersebut tumbuh sebanyak 11,92 persen secara tahunan (yoy) dari Rp9,21 triliun pada September 2025.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan tren positif industri perbankan syariah yang berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 11,61 persen yoy hingga Agustus 2026.

Hingga September 2026, perseroan mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 9,28 persen secara tahunan menjadi Rp18,67 triliun dibandingkan dengan Rp17,09 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita menjelaskan perseroan terus mengoptimalkan penyaluran pembiayaan dengan memperhatikan kualitas portofolio serta prinsip kehati-hatian.

“Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan,” kata Hanie, dalam keterangan resminya, Jumat, 30 Oktober 2026.

|Baca juga: Bos AAJI Ungkap Cara Perusahaan Asuransi Jiwa Penuhi Kewajiban Miliki MAB

Pertumbuhan pembiayaan Bank Mega Syariah turut didukung oleh segmen komersial yang mencapai Rp6,22 triliun atau meningkat 20,32 persen yoy hingga September 2026. Segmen ini menyumbang sekitar 60,27 persen terhadap total portofolio pembiayaan perseroan.

Secara terperinci, pembiayaan corporate banking mencapai Rp4,72 triliun atau tumbuh 20,20 persen yoy, sedangkan pembiayaan business banking meningkat 20,71 persen yoy menjadi Rp1,50 triliun. Di tengah ekspansi tersebut, Bank Mega Syariah tetap menjaga kualitas pembiayaan.

|Baca juga: GoTo Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar di Kuartal III/2026

|Baca juga: Prudential Indonesia Perkuat Komitmen Lingkungan Lewat Aksi Bersih Sungai Ciliwung

Hingga September 2026, rasio Non-Performing Financing (NPF) gross perseroan tercatat dikisaran satu persen. Rasio NPF gross tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan NPL gross industri perbankan syariah yang di kisaran dua persen pada September 2026.

Bank Mega Syariah juga terus memperkuat pengelolaan efisiensi operasional. Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) tercatat sebesar 82,83 persen pada September 2026 dibandingkan dengan 83,58 persen pada September 2025. Sementara itu, rasio Return On Assets (ROA) tercatat 1,50 persen pada September 2026.

Dari sisi pendanaan, Bank Mega Syariah mencatatkan total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp12,01 triliun hingga September 2026. Perseroan terus mengoptimalkan pengelolaan dana dan likuiditas untuk menjaga keseimbangan antara penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan.

Ke depan, Bank Mega Syariah akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan pada sektor-sektor produktif dengan tetap memperhatikan kualitas aset, manajemen risiko, dan efisiensi operasional. Melalui strategi tersebut, perseroan berupaya mempertahankan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bappenas dan Kedubes Denmark Luncurkan Laporan The Value of Biosulutions
Next Post IHSG Sesi I Masih di Zona Merah

Member Login

or