Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pengembangan produk asuransi kesehatan yang lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga fungsi perlindungan finansial di tengah tingginya inflasi medis dan kenaikan biaya obat.
Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK Sumarjono mengatakan produk asuransi kesehatan perlu dirancang dengan skema yang lebih adaptif agar tetap terjangkau bagi masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah yang saat ini menghadapi tekanan daya beli.
|Baca juga: Beban Klaim JKN Melonjak hingga Puluhan Triliun, BPJS Kesehatan Soroti Tren Inflasi Medis
|Baca juga: BPJS Kesehatan Pastikan Tarif JKN ke Asuransi Tambahan Dibatasi Maksimal 250% dalam Skema KAPJ
Menurut dia, tidak seluruh peserta membutuhkan manfaat perlindungan yang bersifat komprehensif. Karena itu, perusahaan asuransi perlu menyediakan pilihan produk yang lebih beragam sehingga masyarakat dapat memilih perlindungan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialnya.
“Ada beberapa hal, mungkin yang pertama pengembangan produk yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam webinar yang diselenggarakan OJK Institute, Kamis, 25 Juni 2026.
“Ini tentu penting karena tidak semua peserta itu memerlukan manfaat yang komprehensif, sehingga produk pilihan dan risk sharing yang proporsional itu akan dapat membantu menekan premi tanpa menghilangkan fungsi dari perlindungan terhadap risiko kesehatan,” sambungnya.
View this post on Instagram
Selain pengembangan produk, OJK juga menyoroti pentingnya implementasi Coordination of Benefit (COB) antara BPJS Kesehatan dan perusahaan asuransi komersial. Skema tersebut dinilai dapat memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus membantu mengoptimalkan pembiayaan layanan kesehatan.
|Baca juga: BPJS Kesehatan Pastikan Tarif JKN ke Asuransi Tambahan Dibatasi Maksimal 250% dalam Skema KAPJ
|Baca juga: Tugu Insurance (TUGU) Dilibatkan dalam Kajian Danantara soal Merger Asuransi BUMN
Melalui mekanisme COB, manfaat perlindungan yang diberikan BPJS Kesehatan dapat dikombinasikan dengan manfaat tambahan dari asuransi komersial. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan tanpa harus menanggung seluruh biaya secara mandiri.
Di samping peran industri asuransi, OJK menilai upaya menjaga keberlanjutan pembiayaan kesehatan juga perlu didukung oleh kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat. Langkah preventif dinilai menjadi cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit sekaligus menekan kebutuhan pembiayaan kesehatan di masa depan.
|Baca juga: APKAI Nilai Merger Asuransi Bisa Jaga Keberlanjutan Pembayaran Jasa Loss Adjuster
|Baca juga: Co-Payment 5% Resmi Berlaku, IndoRe Dorong Penguatan Knowledge Industri Asuransi Kesehatan
Menurut Sumarjono, masyarakat perlu mulai memperhatikan kebiasaan sehari-hari, mulai dari menjaga waktu istirahat hingga rutin berolahraga. Upaya tersebut penting karena pencegahan penyakit dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah seseorang jatuh sakit.
“Dan yang jangan lupa kita semua juga harus bertanggung jawab adalah terhadap kesehatan diri kita sendiri. Ini penting Bapak Ibu mengingat preventif itu jauh lebih baik daripada kuratif. Jadi pola hidup yang sehat, kemudian olahraga dan lain sebagainya,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

