Media Asuransi, JAKARTA – Kemudahan akses layanan keuangan digital saat ini belum diimbangi oleh pemahaman finansial yang memadai. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) menunjukkan tingkat literasi perasuransian masyarakat baru mencapai 45,45 persen (SNLIK 2025).
Kesenjangan serupa terlihat pada kelompok usia 15 hingga 17 tahun (SNLIK 2026), di mana inklusi keuangan telah melesat hingga 89,13 persen, namun literasinya baru berada di angka 56,04 persen.
Angka-angka ini menunjukkan pesatnya aksesibilitas finansial yang belum disertai pemahaman mendalam mengenai risiko serta perlindungan keuangan. Di saat yang sama, 80 persen pengguna internet di Indonesia telah berinteraksi dengan kecerdasan buatan (AI) setiap hari.
Tingginya adopsi ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, serta menggunakan teknologi secara aman menjadi semakin penting, termasuk ketika masyarakat mempertimbangkan berbagai keputusan keuangan.
Menjawab tantangan itu, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) bersama GreatNusa menghadirkan program Smart Money, Healthy Life, sebuah inisiatif edukasi yang mengintegrasikan literasi keuangan, literasi asuransi, dan pemahaman teknologi digital.
Inisatif itu untuk membekali masyarakat usia produktif agar mampu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak dan membangun ketahanan keuangan jangka panjang. Program Smart Money, Healthy Life diselenggarakan secara hybrid sepanjang Juni hingga Agustus 2026 di Kendari, Pontianak, Blitar, Medan, dan Jakarta Utara.
Melalui kombinasi sesi tatap muka dan daring, program ini menjangkau lebih dari 2.100 peserta. Melalui rangkaian edukasi tersebut, peserta memperoleh pengetahuan praktis mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan jangka panjang, pentingnya perlindungan finansial, serta pemanfaatan teknologi digital.
|Baca juga: BEI Jadwalkan RUPSLB di 28 Oktober, Agenda Demutualisasi Masih Belum Pasti
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, literasi keuangan perlu berkembang melampaui pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang.
|Baca juga: OJK Peringatkan Perang Pricing DHE SDA Bisa Tekan Profitabilitas Bank
“Kemudahan akses terhadap layanan keuangan dan teknologi harus diikuti kemampuan untuk memahami manfaat, mengenali risiko, dan menilai informasi secara kritis,” kata Karin, dikutip dari keterangan resminya, Selasa, 22 September 2026.
Karena itu, lanjutnya, Prudential menghadirkan edukasi yang tidak berhenti pada pengetahuan dasar keuangan, tetapi juga membantu masyarakat memahami pentingnya perlindungan dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
“Melalui kolaborasi dengan GreatNusa, kami ingin semakin banyak masyarakat memiliki kepercayaan diri untuk mengambil keputusan finansial yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan hidup mereka,” ujar Karin.
Untuk membantu masyarakat, khususnya generasi muda, melanjutkan proses pembelajaran secara mandiri, Prudential Indonesia juga memperkenalkan Levela, sebuah aplikasi edukasi keuangan gratis yang menyediakan materi pembelajaran praktis dalam format yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Inisiatif Smart Money, Healthy Life merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Prudential Indonesia dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ke depan, Prudential Indonesia akan terus memperluas kolaborasi dan akses terhadap program edukasi yang praktis dan relevan agar semakin banyak masyarakat Indonesia mampu mengelola keuangan dengan lebih baik, memahami pentingnya perlindungan, serta memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
