Media Asuransi, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti pentingnya penyampaian informasi yang jelas dan transparan dalam pemasaran produk keuangan guna mengurangi risiko kerugian konsumen.
Asisten Direktur Perizinan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Adi Sucipto Dwi Prasetyo mengatakan rendahnya literasi keuangan masih menjadi salah satu tantangan utama dalam perlindungan konsumen di era digital.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat belum memahami manfaat maupun risiko dari produk keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan.
|Baca juga: Bank DBS Indonesia Salurkan Rp6 Miliar untuk Pemulihan Bencana di Aceh dan Sumatra Barat
|Baca juga: Pemerintah Andalkan APBN Jadi Peredam Gejolak Ekonomi Global
“Nah, tadi sudah kita bahas ya, salah satu tantangan dari perlindungan konsumen di era digital adalah rendahnya literasi dan maraknya produk ilegal dan penipuan,” ujar Adi dalam seminar edukasi keuangan yang digelar Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) dan OJK di Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu, 17 Juni 2026.
Di sisi lain, ia menilai, informasi yang disampaikan kepada calon nasabah belum selalu mudah dipahami. Akibatnya, konsumen berpotensi mengambil keputusan tanpa memahami seluruh konsekuensi dari produk yang digunakan.
Adi mengatakan praktik pemasaran yang berorientasi pada target penjualan juga dapat membuat penjelasan mengenai risiko produk menjadi kurang optimal.
View this post on Instagram
“Karena sering kali ya ini sayangnya gitu ya Bapak, Ibu ya, karena teman-teman marketing itu biasanya di lapangan dikejar target penjualan sehingga akhirnya yang penting targetnya nyampai,” katanya.
Ia menjelaskan masyarakat kerap tergiur oleh penawaran yang menjanjikan proses cepat dan mudah tanpa terlebih dahulu memeriksa risiko yang menyertainya. Menurut dia, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menawarkan produk atau layanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen.
|Baca juga: BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$439,8 Miliar di April 2026
|Baca juga: Berikut Jadwal Operasional BCA (BBCA) saat Libur Tahun Baru Islam 2026
“Ketika kemudian kita dapat tawaran di HP, tinggal klik saja Rp50 juta langsung cair begitu kan, syaratnya cuma KTP saja. Itu sangat menarik tapi apa risikonya seperti apa? Nah, itu yang perlu kita bahas di sini,” ujarnya.
Karena itu, Adi mengimbau masyarakat agar lebih aktif mencari informasi dan mengajukan pertanyaan sebelum menggunakan produk keuangan. Langkah tersebut dinilai penting agar konsumen memahami hak, kewajiban, serta risiko yang melekat pada setiap layanan keuangan.
“Kalau kita nggak paham maka masalahnya adalah risiko ada di kita begitu ya,” tutupnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

