Media Asuransi, JAKARTA – Tingginya kasus penyakit tropis di Indonesia terlihat dalam data klaim kesehatan Allianz Indonesia. Hingga pertengahan Juni 2026, Allianz Indonesia mencatat sebanyak 1.686 klaim terkait Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan nilai klaim lebih dari Rp21,5 miliar.
Kemudian 1.534 klaim demam tifoid dengan nilai klaim mencapai lebih dari Rp14,5 miliar, serta 815 klaim TBC dengan nilai klaim mencapai lebih dari Rp5,4 miliar. Data ini menunjukkan penyakit tersebut masih menjadi salah satu penyebab masyarakat membutuhkan perawatan medis, baik rawat jalan maupun rawat inap.
|Baca juga: LPS Wanti-wanti Ancaman AI Colonialism di Industri Keuangan, Apa Itu?
|Baca juga: Kenapa Gen Z Belum Kepincut Asuransi? Begini Penjelasan dari LPS
Selain jumlah kasus, Allianz Indonesia juga melihat tren peningkatan biaya perawatan untuk sejumlah penyakit tropis dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh, berdasarkan data Allianz Indonesia selama periode 2020-2025, rata-rata biaya rawat inap demam tifoid per kasus meningkat hingga 66 persen.
View this post on Instagram
Sementara rata-rata biaya perawatan DBD per kasus meningkat hingga 88 persen. “Data klaim yang kami miliki menunjukkan penyakit tropis masih menjadi salah satu alasan perawatan medis yang cukup tinggi,” ujar Head of Health Analytics Allianz Life Indonesia Tubagus Argie F. S. Sunartadirdja, dalam keterangannya, Senin, 22 Juni 2026.
|Baca juga: Allianz Life Indonesia Bidik Premi Tumbuh Berkelanjutan di 2026
|Baca juga: Yakin IHSG Kembali Menguat, DBS: Kans Kita Masih Bagus!
Di saat yang sama, lanjutnya, Allianz Life Indonesia juga melihat adanya peningkatan biaya perawatan untuk beberapa penyakit tropis dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini.
|Baca juga: Ada Wacana Iuran BPJS Bakal Naik, Asuransi Swasta Justru Kecipratan Berkah?
|Baca juga: KB Bank (BBKP) Buka Suara soal PHK Ratusan Karyawan dan Penutupan Puluhan Kantor Cabang
“Tidak hanya untuk menjaga kesehatan tetapi juga untuk membantu mengurangi risiko beban finansial,” pungkas Tubagus Argie.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

