Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank mencatat kinerja yang berkelanjutan pada kuartal pertama 2026. Hal itu dengan laba bersih yang tumbuh sebanyak 16,6 persen Year-on-Year (YoY), didukung oleh pertumbuhan pendapatan nonbunga sebesar 11,9 persen YoY.
Permata Bank membukukan pertumbuhan kredit sebesar 2,8 persen YoY di akhir Maret 2026 di mana BNLI menerapkan strategi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan kredit yang selektif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
|Baca juga: Inilah Peraih CEO Award 2026 Media Asuransi
|Baca juga: SIMGAJI Taspen Sudah Jangkau 96,52% Pemda hingga Maret 2026, Ini Rinciannya!
|Baca juga: Pemerintah dan Jasaraharja Putera Genjot Asuransi Pariwisata di Labuan Bajo
Dengan dukungan strategis dari Bangkok Bank sebagai controlling shareholder, Permata Bank tidak hanya memperluas konektivitas, tetapi juga membangun kredibilitas. Di tengah dinamika ekonomi global, BNLI terus hadir sebagai bank lokal dengan visi regional, dan jaringan global.
Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengatakan kinerja Permata Bank pada kuartal pertama 2026 mencerminkan ketahanan dan disiplin dalam menjalankan strategi bisnis. Didukung permodalan dan likuiditas yang kuat, serta pertumbuhan kredit yang selektif, BNLI terus menjaga kinerja dalam menghadapi dinamika pasar.
“Sekaligus mendukung kebutuhan nasabah dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” kata Meliza, dikutip dari keterangan resminya, Jumat, 24 April 2026.
Ke depan, lanjutnya, Permata Bank akan terus mengembangkan talenta sumber daya manusia, optimalisasi kapabilitas digital, serta memperluas kemitraan strategis, seiring fokus untuk menjadi bank yang semakin relevan bagi nasabah dan keluarga.
“Dengan memahami kebutuhan individu, lintas generasi, hingga bisnis,” kata Meliza.
|Baca juga: HSBC Nilai Status Pasar Modal RI di MSCI Tetap Aman Meski Ada Tekanan Free Float
|Baca juga: Ajak Warga Yogyakarta Hidup Sehat, Asuransi Jasindo Gelar Satyaraga
Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan penuh tantangan, Permata Bank memastikan fundamental bisnis tetap kuat. Hal ini terlihat dari Loan-to-Deposit Ratio (LDR) yang berada di level 87,1 persen per akhir Maret 2026, dengan tren yang meningkat daripada akhir kuartal pertama 2025 yang berada di level 83,2 persen.
Likuiditas terjaga memadai, tercermin dari rasio likuiditas sesuai ketentuan Basel III yang konsisten berada jauh di atas batas minimum regulasi 100 persen. Hingga Maret 2026, Liquidity Coverage Ratio (LCR) secara rata-rata triwulanan tercatat di 267,4 persen, sementara Net Stable Funding Ratio (NSFR) pada 122,9 persen di akhir Maret 2026.
Penerapan strategi optimalisasi neraca mengantarkan pertumbuhan bisnis ke arah yang lebih baik dengan mencatatkan rasio CASA meningkat menjadi 65,5 persen per akhir Maret 2026 dibandingkan dengan 58,6 persen di periode yang sama pada tahun lalu.
Permata Bank terus menjaga kualitas aset melalui penerapan prinsip kehati-hatian serta pemantauan portofolio yang disiplin. Pendekatan ini memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas Bank dalam industri perbankan yang dinamis.
Pada kuartal I/2026, penyaluran kredit tumbuh 2,8 persen YoY menjadi Rp161 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya, terutama didorong oleh pertumbuhan kredit segmen Korporasi yang meningkat 6,5 persen YoY menjadi Rp98,2 triliun, serta segmen Komersial yang tumbuh 1,8 persen YoY menjadi Rp19,7 triliun.
Sejalan dengan itu, kualitas aset tetap terkelola dengan baik, tercermin dari rasio NPL Gross dan Loan at Risk (LAR) yang masing-masing berada pada level 2,2 persen dan 6,4 persen, dibandingkan dengan 2,0 persen dan 7,6 persen di kuartal pertama 2025.
|Baca juga: HSBC Ramal Inflasi Indonesia Bakal Tetap Rendah, Ini Syaratnya!
|Baca juga: KB Bank (BBKP) dan Lucky Mom Indonesia Perluas Kemitraan Strategis
Permata Bank juga membentuk NPL Coverage dan rasio LAR Coverage yang prudent, masing-masing di level 355,7 persen dan 120,6 persen, untuk menjaga kebutuhan cadangan atas potensi penurunan risiko kredit secara konservatif
Lebih lanjut, pada kuartal pertama 2026, Permata Bank mencatatkan penguatan permodalan yang signifikan, tercermin dari rasio CAR dan CET-1 bank tercatat masing-masing sebesar 33,9 persen dan 25,9 persen, meningkat dari 33,6 persen dan 25,6 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Pencapaian ini menempatkan rasio permodalan Permata Bank sebagai salah satu yang terkuat di antara bank-bank komersial besar di Indonesia. Fondasi permodalan yang solid ini memberikan ruang yang kuat bagi Permata Bank untuk terus mengakselerasi strategi pertumbuhan ke depan.
Kinerja Permata Bank Syariah di kuartal I/2026
Permata Bank Syariah mencatatkan kinerja operasional positif, dengan laba operasional sebelum provisi mencapai Rp198,4 miliar atau tumbuh 5,3 persen YoY. Pertumbuhan ini ditopang peningkatan pendapatan operasional sebesar 3,4 persen YoY, seiring dengan konsistensi dalam menjaga efisiensi dan pengendalian biaya dengan baik.
Ke depan, Permata Bank Syariah tetap memfokuskan strategi pada penguatan neraca dan memperluas dan memperdalam jaringan komunitas syariah sebagai bagian dari komitmen dalam mendorong pertumbuhan perbankan syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Sementara itu, dalam upaya untuk memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia, Permata Bank Syariah memperkenalkan “Syariah untuk Semua” sebagai proposisi nilai yang inklusif, modern, dan relevan bagi masyarakat di berbagai tahap kehidupan.
Pendekatan ini menunjukan layanan syariah dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat, sekaligus menghadirkan solusi finansial yang selaras dengan kebutuhan nasabah, mulai dari perencanaan ibadah, kepemilikan aset, hingga pengelolaan keuangan sehari-hari dengan akses yang semakin mudah melalui platform digital.
Selain itu, Permata Bank juga terus mengembangkan kolaborasi sebagai bagian dari komitmennya untuk menciptakan nilai tambah dan memperdalam hubungan dengan nasabah serta mendorong profitabilitas berkelanjutan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
