Media Asuransi, GLOBAL – Generali resmi memulai program pembelian kembali saham atau buyback senilai US$577,55 juta atau sekitar Rp10,26 triliun. Aksi korporasi ini dimulai pada 10 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga akhir Desember 2026.
Dalam program tersebut, Generali akan membeli kembali saham perusahaan untuk kemudian dijadikan saham treasuri dan dibatalkan. Asal tahu saja, perusahaan asuransi asal Italia itu telah meneken perjanjian buyback dengan Banco Santander S.A.
Melansir laman Insurance Asia, Selasa, 11 Agustus 2026, Generali mengatakan, buyback tersebut merupakan bagian dari kebijakan pengelolaan modal perusahaan. Langkah ini ditujukan untuk memberikan imbal hasil tambahan kepada pemegang saham, di luar pembagian dividen.
Keputusan melakukan buyback datang setelah Generali membukukan kinerja positif pada paruh pertama 2026. Laba bersih Generali tercatat US$2,92 miliar atau sekitar €2,53 miliar, naik 17,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$2,48 miliar atau €2,15 miliar.
|Baca juga: Profil Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI yang Diusulkan Prabowo
|Baca juga: Asuransi Maximus (ASMI) Minta Restu Buyback Saham Rp17,9 Miliar
Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan hasil operasional yang mencapai 11,2 persen. Pertumbuhan terjadi di seluruh segmen bisnis Generali. Dari bisnis asuransi jiwa, laba operasional tercatat US$2,53 miliar. Sementara itu, nilai bisnis baru atau new business value mencapai US$2,18 miliar.
Segmen Property & Casualty (P&C) juga mencatat pertumbuhan sebesar 4,7 persen menjadi US$2,47 miliar. Adapun bisnis Asset & Wealth Management mencatat pertumbuhan laba operasional paling tinggi, yakni 31,3 persen menjadi US$849 juta.
Namun, kinerja positif tersebut masih dibayangi kerugian dari bisnis holding dan lainnya yang mencatatkan hasil operasional negatif sebesar US$318,81 juta.
Di sisi lain, laba per saham yang telah disesuaikan atau Adjusted Earnings per Share (EPS) Generali mencapai US$1,94. Angka tersebut tumbuh 14,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Dengan dimulainya program buyback pada Agustus ini, Generali akan melanjutkan aksi pembelian kembali saham hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari strategi pengelolaan modal perusahaan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
