1
1

Bos Komisi XI Minta 4 BUMN Tekankan Akuntabilitas Usai Evaluasi PMN 2025

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun. | Foto: Kresno/Han/DPR

Media Asuransi, JAKARTA – Komisi XI DPR RI resmi menyepakati dan mengesahkan rancangan kesimpulan terkait evaluasi dan pendalaman Penyertaan Modal Negara (PMN) Tunai Tahun Anggaran 2025 untuk empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebanyak empat perusahaan pelat merah tersebut adalah PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Industri Kereta Api (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero).

|Baca juga: Allianz Life Indonesia Bidik Premi Tumbuh Berkelanjutan di 2026

|Baca juga: Yakin IHSG Kembali Menguat, DBS: Kans Kita Masih Bagus!

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan kesimpulan ini diambil setelah Komisi XI DPR melakukan serangkaian proses panjang, termasuk kunjungan kerja spesifik (kunspek) ke berbagai daerah untuk meninjau langsung realisasi dan kesiapan masing-masing BUMN di lapangan.

“Rapat kerja hari ini adalah tindak lanjut terhadap persetujuan PMN Tahun 2025 yang lalu. Kita sudah melakukan evaluasi dan pendalaman, bahkan kemarin sudah melakukan kunjungan kerja spesifik langsung ke lapangan untuk melihat realisasinya seperti apa,” ujar Misbakhun, dikutip dari keterangan resminya, Selasa, 23 Juni 2026.

Ia memaparkan kunspek dilakukan ke tiga lokasi utama di antaranya Banyuwangi untuk mendalami realisasi PMN PT INKA dan PT KAI, Yogyakarta untuk meninjau dukungan pembiayaan rumah bersubsidi oleh PT SMF, serta Surabaya guna memantau rencana pembangunan kapal baru oleh PT PELNI yang dibiayai dari anggaran PMN.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Dalam poin kesimpulan yang disepakati, pihaknya mengapresiasi sekaligus memberi catatan kritis agar penggunaan dana publik berjalan tepat guna, transparan, dan akuntabel. Ia juga mendesak setiap rupiah dari PMN mampu memberikan dampak ekonomi yang luas serta meningkatkan konektivitas dan keselamatan pelayanan publik.

|Baca juga: Ada Wacana Iuran BPJS Bakal Naik, Asuransi Swasta Justru Kecipratan Berkah?

|Baca juga: KB Bank (BBKP) Buka Suara soal PHK Ratusan Karyawan dan Penutupan Puluhan Kantor Cabang

“Ini dalam rangka kita menjaga tata kelola. Supaya masyarakat makin diberikan pemahaman bahwa BUMN ini hadir untuk menjalankan fungsi-fungsi tugas pelayanan publik,” ucapnya.

Secara rinci, beberapa poin krusial dalam kesimpulan rapat tersebut seperti PT KAI perlu mengoptimalkan PMN 2025 untuk pengadaan KRL baru dan retrofit armada secara terjadwal agar tidak memicu dana menganggur (idle fund).

|Baca juga: OJK Respons Catatan MSCI, Transparansi Pasar Modal Jadi Fokus Utama!

|Baca juga: Aktuaris Ingatkan Tekanan Inflasi Kesehatan, Klaim Asuransi Makin Terjepit di Tengah Pelemahan Rupiah

Kemudian PT INKA didorong melakukan modernisasi fasilitas melalui transformasi digital demi meningkatkan komponen dalam negeri (TKDN) dan PT PELNI diwajibkan mempercepat pengadaan armada kapal penumpang baru sesuai timeline.

Lalu PT SMF diminta mengantisipasi risiko kenaikan suku bunga demi menjaga keterjangkauan rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Di akhir rapat, Misbakhun menyatakan, seluruh BUMN penerima PMN tersebut diwajibkan untuk menyampaikan laporan berkala mengenai perkembangan fisik dan keuangan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Ketum APKAI Sebut Kinerja Industri Asuransi Masih Berat hingga 2027, Tekanan Klaim dan Cash Flow Jadi Tantangan!
Next Post Allianz Kini Jadi Raja AI di Industri Perasuransian Global

Member Login

or