1
1

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, BI Luncurkan 4 Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. | Foto: Bank Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – UMKM merupakan fondasi penciptaan lapangan kerja dan generasi wirausaha masa depan yang produktif dan berdaya saing. Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, penguatan UMKM menopang pertumbuhan ekonomi domestik dan kesejahteraan masyarakat.

“Penguatan UMKM tersebut juga sejalan dengan program prioritas nasional dan implementasi Asta Cita dalam memperkuat ekonomi kerakyatan,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dikutip dari keterangan resminya, Selasa, 23 Juni 2026.

|Baca juga: Banggar dan Pemerintah Sepakati RAPBN 2027, Ekonomi Ditargetkan Tumbuh 6,5%

|Baca juga: FWD Insurance Tunjuk Direktur Kepatuhan dan Chief of Risk Baru

Hal itu dikatakan saat meluncurkan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk Penciptaan Lapangan Kerja dan Ekonomi Kerakyatan. Momen ini dihadiri Menag Nasaruddin Umar, pimpinan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian UMKM, para pimpinan perbankan, asosiasi, pondok pesantren, dan pengusaha UMKM.

Peran strategis UMKM ditunjukkan melalui kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Data Kementerian Koperasi dan UKM pada 2024 menunjukkan UMKM berkontribusi 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), 90 persen penyerapan tenaga kerja, dan 15 persen pangsa ekspor Indonesia.

“Meningkatnya risiko ketidakpastian ekonomi global, menuntut kemandirian ekonomi Indonesia melalui penciptaan wirausaha baru dan peningkatan kapasitas UMKM. Agar lebih berdampak, dilakukan pemilihan model bisnis terbaik dari UMKM binaan BI sehingga kesesuaian bisnisnya teruji di lapangan,” ujar Perry.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Lebih lanjut, Perry menegaskan, Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu dirancang untuk menghasilkan dampak nyata melalui penciptaan wirausaha yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

|Baca juga: LPS Wanti-wanti Ancaman AI Colonialism di Industri Keuangan, Apa Itu?

|Baca juga: Kenapa Gen Z Belum Kepincut Asuransi? Begini Penjelasan dari LPS

Program ini dilaksanakan dalam skala nasional dengan memanfaatkan jaringan 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia bersinergi dengan K/L, stakeholders strategis, lebih dari 3.000 UMKM binaan BI, serta lebih dari 1.500 pesantren yang telah diberdayakan.

Menurut Perry, kemampuan kewirausahaan merupakan kunci kemajuan UMKM yang dibangun melalui pendidikan kewirausahaan, evaluasi, dan implementasi model bisnis yang telah teruji.

|Baca juga: OJK Respons Catatan MSCI, Transparansi Pasar Modal Jadi Fokus Utama!

|Baca juga: Aktuaris Ingatkan Tekanan Inflasi Kesehatan, Klaim Asuransi Makin Terjepit di Tengah Pelemahan Rupiah

“Motivasi yang kuat, semangat pantang menyerah, dan kemampuan membangun kerja sama merupakan fondasi penting bagi kemajuan UMKM,” pungkas Perry.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post FWD Insurance Tunjuk Direktur Kepatuhan dan Chief of Risk Baru
Next Post Chandra Asri Group Buka Suara tentang Kepemilikan Saham Prodia (PRDA)

Member Login

or