1
1

Asuransi Kripto Hadapi Tantangan Perlindungan Aset Digital

Ilustrasi. | Foto: ChatGPT
Media Asuransi, GLOBAL – Peretasan senilai US$6,3 miliar terhadap pasar kripto global, Binance yang diduga dilakukan oleh hacker Korea Utara menjadi perampokan kripto terbesar di dunia sekaligus menyoroti tantangan perusahaan asuransi dalam memberikan pelindungan terhadap pencurian aset digital dan serangan siber.

|Baca juga: Data Ekonomi dan Pertemuan Desember Jadi Fokus Berikutnya bagi Investor Kripto

Cakupan asuransi aset kripto masih beragam, bergantung pada metode penyimpanan aset, cara peretas memperoleh akses, serta ketentuan polis. Regulasi yang terbatas dan volatilitas harga kripto juga membuat perusahaan asuransi berhati-hati dalam menanggung risiko sektor ini.

Pelindungan tersebut masih menjadi bisnis khusus yang didominasi perusahaan asuransi spesialis di pasar Lloyd’s dan Bermuda. Sejumlah pengecualian dalam polis, seperti fluktuasi nilai aset, tindakan curang pemegang polis, serta pengelolaan kunci digital yang tidak aman atau lalai, dapat membatasi perlindungan dan menyulitkan perusahaan kripto memperoleh pertanggungan.

“Perusahaan aset digital dan, semakin banyak, klien institusional mereka perlu memahami secara tepat apa yang dicakup, di mana pengecualian dan sublimit berlaku, dan risiko mana yang ditanggung,” kata Pemimpin Industri Lembaga Keuangan dan Aset Digital Marsh, Jacqueline Quintal yang dikutip dari Insurance Journal, Senin, 2 November 2026.

Ia menambahkan, “Mengingat potensi kesenjangan antara kerugian yang mungkin terjadi dan kapasitas asuransi yang tersedia, teknologi dan kontrol keamanan, tata kelola yang kuat dan kekuatan finansial sama pentingnya untuk ketahanan.”

 

Editor: Irdiya Setiawan 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Pameran Kendaraan Listrik PEVS 2026 Didatangi 35 Ribu Pengunjung  
Next Post Pameran Edukasi Eropa Perkuat Akses Pendidikan Tinggi Internasional

Member Login

or