Media Asuransi, GLOBAL – Kerugian yang ditanggung asuransi global akibat bencana alam mencapai US$91 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Berdasarkan laporan Aon’s Global Catastrophe Recap: Third Quarter of 2026 yang diterbitkan pada 29 Oktober 2026, angka tersebut sedikit di atas rata-rata abad ke-21 sebesar US$88 miliar, tetapi masih di bawah rata-rata lima tahun terakhir sebesar US$135 miliar.
|Baca juga: Generali Menjadi Naming Partner Stadion Baru AC Milan dan Inter Milan
Sementara itu, kerugian ekonomi global mencapai US$204 miliar atau 31 persen di bawah rata-rata abad ke-21. Meski total kerugian relatif moderat, tercatat 42 peristiwa bencana menyebabkan kerugian ekonomi minimal US$1 miliar per kejadian dan 23 peristiwa menghasilkan kerugian tertanggung dengan nilai serupa.
“Melalui pengembangan alat analitik milik kami sendiri, dan melalui kerja sama dengan klien dan pasar kami di seluruh dunia, tujuan kami adalah untuk mengurangi kesenjangan perlindungan ini dan melayani masyarakat, pemerintah, dan bisnis dengan lebih baik di mana pun mereka berada,” ujar Kepala Divisi Wawasan Bencana Reasuransi Aon, Michal Lörinc, dikutip dari Asian Insurance Review, Senin, 2 November 2026.
|Baca juga: Asuransi Kripto Hadapi Tantangan Perlindungan Aset Digital
Laporan Aon juga mencatat kesenjangan perlindungan asuransi global mencapai 55% dari total kerugian ekonomi. Badai konvektif parah menjadi penyumbang kerugian terbesar, sedangkan 62% kerugian tertanggung global terjadi di Amerika Serikat. Kekeringan di Eropa menimbulkan kerugian tertanggung lebih dari US$8,5 miliar, sementara gempa bumi Venezuela menyebabkan kerugian ekonomi sekitar US$25 miliar.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

