Media Asuransi, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat di akhir perdagangan Senin, 2 November 2026. IHSG bertambah 39,78 poin atau 0,79 persen ke level 5.096,8 pada penutupan perdagangan hari ini.
|Baca juga: IHSG Sesi I Rebound Ditopang Data Inflasi dan Surplus Perdagangan
Volume perdagangan tercatat 35,31 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,37 triliun. Sebanyak 315 saham naik, 285 turun harga dan 118 saham stagnan.
Hari ini menjadi perdagangan pertama setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Sebanyak 81 saham dikecualikan dengan bobot sekitar 18 persen terhadap
Pelaku pasar merespons positif sejumlah data ekonomi yang dirilis hari ini. Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis sejumlah data ekonomi yang berdampak positif bagi IHSG. Data inflasi melandai, surplus perdagangan membaik dan indeks PMI yang naik menjadi katalis IHSG.
|Baca juga: Laba Bersih OCBC (NISP) Tumbuh 5% Jadi Rp4,03 Triliun hingga September 2026
Inflasi selama Oktober sebesar 0,22 persen atau turun dari 0,30 persen di September, sementara surplus perdagangan selama September sebesar US$3,23 miliar. Data pembelian manufaktur Indonesia mengalami peningkatan menjadi 54,0, sebelumnya hanya 52,4.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

